Sabtu, 04 Agustus 2012

Bioma hutan tropis


Bioma Hutan Tropis


Bioma adalah keragaman flora dan fauna yang terdapat  di suatu wilayah  geografis tertentu  dipengaruhi oleh : 
    a. elevasi dan morfologi
    b. kondisi Iklim (curah hujan dan intensitas penyinaran matahari).
    c. letak lintang
    d. kesuburan tanah.


Bioma hutan tropis hanya dapat ditemukan di daerah khatulistiwa yang memiliki curah hujan sangat tinggi (2000-2500 mm/thn) dengan suhu rata-rata 25 0C. Hal ini memungkinkan berbagai jenis tumbuhan untuk hidup. Hutan hujan selalu hijau sepanjang tahun dan memiliki daun yang lebar sehingga menutupi bagian bawahnya dari sinar matahari. Hutan tropis yang paling luas terdapat di kawasan Amazon, Amerika selatan yang dikenal dengan nama selva





Hutan tropis memiliki 4 lapisan, yaitu emergen, kanopi, hutan muda dan semak belukar. Emerjen adalah lapisan teratas dari hutan tropis sehingga lapisan inilah yang paling banyak menerima sinar matahari. Dibawah lapisan emerjen terdapat kanopi, yaitu lapisan pepohonan yang berdaun rapat sehingga membentuk payung raksasa yang sulit untuk ditembus oleh sinar matahari. Pada lapisan tengah, tumbuh pohon-pohon muda yang merupakan turunan pohon raksasa di atasnya. Lapisan ini disebut hutan muda. Pada bagian bawah terdapat lantai hutan tropis. Pada lapisan ini hanya semak belukar, lumut, pakis, dan tumbuhan epifit yang dapat hidup. Hutan tropis dapat dibedakan atas 2 bagian yaitu : hutan tropis basah (oceanik) dan  hutan tropis kering (continental)

1. Hutan tropis Basah (Oceanik)
    Terletak pada kawasan lintang tropis  (00-23,50 LU dan LS)  dengan kadar kelembaban dan  penguapan sangat tinggi serta memiliki curah hujan yang sangat besar. Hal ini dapat terjadi karena wilayah daratan tersebut dikelilingi oleh lautan. Faktor-faktor di atas menyebabkan jenis flora yang terdapat di daerah seperti ini sangat beraneka ragam. ciri fisik daerah tropis basah antara lain :
  a. kelembaban udara relatif tinggi, di atas 60%
  b. amplitudo suhu udara harian relatif rendah,  20C-50 C dan
  c. suhu udara rata-rata relatif tinggi  ±260C    
Penyebaran hutan tropis basah terdapat di Amerika selatan, Semenanjung Amerika tengah, Pesisir Afrika bagian barat dan timur, Madagaskar, dan Asia tenggara. Hutan tropis basah memiliki karakteristik sebagai berikut :
a. Jenis vegetasi yang tumbuh bermacam-macam (lebih dari 100 spesies)
b. Senantiasa rimbun dan sangat rapat sepanjang tahun
c. Pada umumnya pohon tumbuh mencapai tinggi 60 meter lebih, selain itu terdapat pula epifit 
    dan tumbuhan pencekik


2. Hutan tropis kering
    Hutan tropis kering adalah hutan yang terdapat di pedalaman daratan (benua) yang sudah  tidak dipengaruhi lagi oleh angin laut. Ciri fisik dari wilayah tropis kering antara lain :
a. Kelembaban udara relatif rendah, kurang dari 50%
b. amplitudo suhu harian relatif tinggi di atas 100 C dan
c. suhu udara rata-rata relatif tinggi  ±310C  
Hutan tropis kering memiliki ciri fisik yang sangat berbeda jika kita bandingkan dengan tropis basah. Walaupun terletak pada wilayah yang sama (daerah tropis) tetapi daerah hutan tropis kering tidak begitu banyak memiliki spesies flora yang tumbuh. Penyebaran hutan tropis kering  meliputi Asia barat, Afrika bagian tengah, dan Asia timur bagian tengah.  
Meskipun terdapat perbedaan dari banyaknya jenis vegetasi yang tumbuh antara hutan tropis basah dengan hutan tropis kering, namun karakteristik hutan yang terbentuk pada dasarnya adalah sama yaitu pohon yang terbentuk rata-rata berdaun lebat dan senantiasa membentuk atap hutan (canopy) yang menyebabkan dasar hutan menjadi gelap dan terdapat semak belukar yang dikenal dengan liana dan epifit.

Kajian Lebih lanjut

Hutan hujan tropika atau sering juga ditulis sebagai hutan hujan tropis adalah bioma berupa hutan yang selalu basah atau lembap, yang dapat ditemui di wilayah sekitar khatulistiwa; yakni kurang lebih pada lintang 0°–10° ke utara dan ke selatan garis khatulistiwa. Hutan-hutan ini didapati di AsiaAustraliaAfrikaAmerika SelatanAmerika TengahMeksiko dan Kepulauan Pasifik. Dalam peristilahan bahasa Inggrisformasi hutan ini dikenal sebagai lowland equatorial evergreen rainforesttropical lowland evergreen rainforest, atau secara ringkas disebut tropical rainforest.
Hutan hujan tropika merupakan rumah untuk setengah spesies flora dan fauna di seluruh dunia.[1] Hutan hujan tropis juga dijuluki sebagai "farmasi terbesar dunia" karena hampir 1/4 obat modern berasal dari tumbuhan di hutan hujan ini.[2]

Karakteristik ekologis

Hutan hujan tropika terbentuk di wilayah-wilayah beriklim tropis, dengan curah hujan tahunan minimum berkisar antara 1.750 millimetre (69 in) dan 2.000 millimetre (79 in). Sedangkan rata-rata temperatur bulanan berada di atas 18 °C (64 °F) di sepanjang tahun[3]
Hutan basah ini tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.200 m dpl., di atas tanah-tanah yang subur atau relatif subur, kering (tidak tergenang air dalam waktu lama), dan tidak memiliki musimkemarau yang nyata (jumlah bulan kering < 2)[4][5]
Hutan hujan tropika merupakan vegetasi yang paling kaya, baik dalam arti jumlah jenis makhluk hidup yang membentuknya, maupun dalam tingginya nilai sumberdaya lahan (tanahaircahaya matahari) yang dimilikinya. Hutan dataran rendah ini didominasi oleh pepohonan besar yang membentuk tajuk berlapis-lapis (layering), sekurang-kurangnya tinggi tajuk teratas rata-rata adalah 45 m (paling tinggi dibandingkan rata-rata hutan lainnya), rapat, dan hijau sepanjang tahun. Ada tiga lapisan tajuk atas di hutan ini[6]:
  • Lapisan pohon-pohon yang lebih tinggi, muncul di sana-sini dan menonjol di atas atap tajuk (kanopi hutan) sehingga dikenal sebagai “sembulan” (emergent). Sembulan ini bisa sendiri-sendiri atau kadang-kadang menggerombol, namun tak banyak. Pohon-pohon tertinggi ini bisa memiliki batang bebas cabang lebih dari 30 m, dan dengan lingkar batang hingga 4,5 m.
  • Lapisan kanopi hutan rata-rata, yang tingginya antara 24–36 m.
  • Lapisan tajuk bawah, yang tidak selalu menyambung. Lapisan ini tersusun oleh pohon-pohon muda, pohon-pohon yang tertekan pertumbuhannya, atau jenis-jenis pohon yang tahan naungan.
Kanopi hutan banyak mendukung kehidupan lainnya, semisal berbagai jenis epifit (termasuk anggrek), bromeliadlumut, serta lumut kerak, yang hidup melekat di cabang dan rerantingan. Tajuk atas ini demikian padat dan rapat, membawa konsekuensi bagi kehidupan di lapis bawahnya. Tetumbuhan di lapis bawah umumnya terbatas keberadaannya oleh sebab kurangnya cahaya matahari yang bisa mencapai lantai hutan[7], sehingga orang dan hewan cukup leluasa berjalan di dasar hutan.
Ada dua lapisan tajuk lagi di aras lantai hutan, yakni lapisan semak dan lapisan vegetasi penutup tanah. Lantai hutan sangat kurang cahaya, sehingga hanya jenis-jenis tumbuhan yang toleran terhadap naungan yang bertahan hidup di sini; di samping jenis-jenis pemanjat (liana) yang melilit batang atau mengait cabang untuk mencapai atap tajuk. Akan tetapi kehidupan yang tidak begitu memerlukan cahaya, seperti halnya aneka kapang dan organisme pengurai (dekomposer) lainnya tumbuh berlimpah ruah. Dedaunan, buah-buahan, ranting, dan bahkan batang kayu yang rebah, segera menjadi busuk diuraikan oleh aneka organisme tadi. Pemakan semut raksasa juga hidup di sini.
Pada saat-saat tertentu ketika tajuk tersibak atau terbuka karena sesuatu sebab (pohon yang tumbang, misalnya), lantai hutan yang kini kaya sinar matahari segera diinvasi oleh berbagai jenis terna, semak dan anakan pohon; membentuk sejenis rimba yang rapat [8].


Penyebaran geografis

Hutan hujan dataran rendah tropika ini ditemukan baik di kawasan Malesia maupun diAmerika tropis; namun kemungkinan tidak terbentuk di Afrika. Di luar wilayah Malesia, hutan-hutan ini di Asia didapati sedikit-sedikit di sekitar Assam dan Burma, sepanjang jalur sempit di Ghats Barat (India), Kepulauan Andaman, di perbatasan Thailand denganKamboja, di Cina selatan, Hainan dan Taiwan, serta di Pasifik di Kepulauan Melanesia dan mungkin pula Mikronesia.[6]

Keanekaragaman hayati



Hutan hujan ini adalah yang paling kaya keanekaragaman hayatinya di antara jenis-jenis hutan lainnya. Di Sarawak dan Brunei saja diperkirakan terdapat antara 1.800–2.300 spesies pohon dengan diameter batang ≥ 10 cm.[6]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar