Minggu, 29 Juli 2012

Abstrak


KAJIAN CURUG CIMAHI  DARI SUDUT PANDANG MANAJEMEN KONSERVASI LAHAN – DAN DISTRIBUSI PENGGUNAAN AIR DI KAB BANDUNG BARAT
Oleh
Dwi Abdi, Belinda P, Cindy Regina

ABSTRAK

            Penelitian ini dilaksanakan di sekitar patahan lembang yakni Curug Cimahi Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menduga, membandingkan, mengevaluasi dan memetakan zona bahaya longsor disekitar depresi taman wisata curug cimahi dan sekitarnya yang dikelola oleh Perhutani Unit III Jabar dan dijadikan kawasan wisata alam air terjun.
            Penelitian ini menggunakan metode USLE dari Wischmeier dan Smith (1978), Laju erosi yang dapat di tolerir menggunakan nilai T dari Arsyad (1989) dengan memetakan satuan lahan sebagai evaluasi. Satuan menggambarkan bentuk lahan, kelas lereng, jenis tanah dan bentuk penggunaan lahan. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat bahaya erosi permukaan dianalisis dengan mempergunakan bilangan indeks, regresi dan korelasi.
            Arahan prioritas dan konservasi lahan didasarkan atas besarnya tingkat bahaya erosi permukaan, kemiringan lereng, kedalaman tanah dan bentuk penggunaan lahan yang ada saat sekarang.
            Kondisi fisik lahan yang sangat berpengaruh dan menentukan terhadap tingkat bahaya  erosi permukaan dan terjadinya longsoran tanah diantaranya adalah faktor kemiringan lereng. Pada tingkat bahaya erosi dengan klasifikasi berat sampai sangat berat dipengaruhi oleh faktor jenis beberapa tanaman (Crop) yang ditanam di areal kawasan konservasi dan kurangnya tindakan konservasi terhadap lahan lahan tersebut.
            Faktor lingkungan fisik yang berpengaruh langsung terhadap pemilihan bentuk konservasi lahan adalah kemiringan lereng. Tingkat bahaya erosi yang terjadi  pada kelas lahan berat dan sangat berat menunjukkan bahwa jenis tanaman dan tindakan konservasi merupakan faktor yang berpengaruh disamping faktor kemiringan lereng. Usaha konservasi yang dilakukan adalah dengan melakukan penanaman rumput permanen dan teras bangku yang baik. Selain itu di perlukan adanya dasar hukum yang kuat untuk menetapkan kawasan wisata dan konservasi dalam rancangan tata ruang berbentuk Peraturan Daerah (PERDA)

Kata Kunci : Managemen Aset –Pemetaan – Tingkat erosi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar