Minggu, 29 Juli 2012

Bab I


BAB I
PENDAHULUAN

Menurut Kamus Webster dalam Hewelet (1982) daerah aliran sungai (DAS) adalah suatu daerah yang dibatasi oleh pemisah topografi, yang menerima hujan; menampung, menyimpan dan mengalirkannya ke sungai dan seterusnya ke danau atau ke laut.
Kualitas suatu DAS atau Sub-DAS dapat diukur dari tingkat erosi dalam hal ini sedimen dan fluktuasi debit air sungai yang mengalir dalam beberapa kondisi curah hujan yang berbeda.
Fungsi  Daerah Aliran sungai merupakan fungsi gabungan beberapa faktor yang ada pada DAS, yaitu vegetasi, topografi, kondisi tanah dan pemukiman. Apabila salah satu faktor tersebut mengalami perubahan maka akan mempengaruhi fungsi kerja dari DAS tersebut. Gangguan tersebut dapat berupa sangat longgarnya sistem penyimpanan air sehingga penyalurannya sangat boros. Kejadian yang kita alami terjadinya fluktuasi debit air sungai yang sangat tajam.
Salah satu penciri kualitas DAS menurun yang tidak tercatat langsung oleh alat pencatat adalah kandungan lumpur yang terbawa aliran sungai. Sedimen tersebut berasal dari hasil pemecahan partikel tanah oleh daya pukul curah hujan (splash erosion) yang kemudian terangkut kepermukaan menuju sungai-sungai dan berakhir di laut. Untuk membedakan tingkat kerusakan yang dialami oleh suatu DAS atau Sub DAS, perlu diberi nilai yang merupakan derajat kualitas DAS tersebut.
Di Indonesia belum terdapat metoda penelitian DAS ata sub DAS yang baku, pada saat ini hanya dinilai dengan satuan ton/ha/tahun yang dikenal dengan metoda kehilangan tanah (USLE).
Setelah mengetahui Sub DAS yang mengalami kerusakan, maka penggunaan metoda USLE dapat digunakan yakni berupa formula :  A = R.K.L.S.C.P
Dimana   A        = Besar kehilangan tanah (ton/ha/tahun)
              R        = Faktor erosivitas hujan (M.J. Cm/ha jam per tahun)
              K        = Faktor erodibilitas                    
            LS        = Faktor panjang dan kemiringan lereng
              C        = Faktor tanaman
              P        = Tindakan konservasi tanah
Pelaksanaan penentuan tingkat erosi dengan metode Universal soil Loss Equation (USLE) amat sulit diterapkan apabila dilakukan untuk menilai kualitas suatu DAS. Karena dalam suatu DAS atau Sub DAS terdapat banyak jenis tanah sehingga faktor erodibilitas tanah (K) menjadi berbeda-beda, demikian juga dengan faktor erosifitas hujan, faktor panjang dan kemiringan lereng (LS), faktor pengolahan tanah (P) dan faktor pengelolaan tanaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar